Hampir Tengah Malam
November 23, 2006 by dryxanne
Hampir tengah malam.
Kadang2, di tengah sepinya malam, dengan atau tanpa suara TV menemani, aku terlarut dalam lamunan panjang.
Apa gerangan hidup yang sedang kujalani?
Aku merantau jauh dari negeri, berjuang mencari sesuap nasi.
Terlalu puitis? Mungkin. Mungkin tidak mengapa jika sesekali aku berlagak puitis, menulis dalam bahasa negeriku sendiri. Toh akhir2 ini aku merasa terasing, sejak aku terdampar di negeri yg aneh ini, dimana orang2 terlihat seperti orang2 negeriku tapi mereka berbahasa yg tak kumengerti.
Sudahlah, mungkin seharusnya kunikmati saja.
.
Hampir tengah malam.
Saat sepi seperti ini, aku tidak bisa memejamkan mata, walaupun lelah mendera tubuh. Saat sepi seperti ini, aku selalu menjadi sentimental. Sepotong lagu yg sentimental, sekelebat kenangan yg mengharukan, bisa membuatku menitikkan air mata. Atau membaca buletin yg di post seorang teman, lirik lagu yg menyentuh perasaan, membuatku mengharu biru dlm emosi yg tak kumengerti.
Membuatku menangis tanpa alasan, selain perasaan haru dan sedih mendalam, tanpa bermaksud sok tahu, aku merasa aku bisa merasakan kepedihan teman tersebut, yg dia cerminkan dalam lirik lagu yg ditampilkannya. Ya, Temanku, jika kau membaca ini, aku tidak mengada2, aku sungguh2 ikut terlarut, rasanya gelombang kepahitan yg kau alami sekarang, ikut menerpaku. Andaikan bisa, ingin kubagi sedikit kasih dan pelukan untukmu, jika kau mau menerimanya, mungkin tidak akan meringankan sakitmu, tapi setidaknya kau tahu, ada orang lain yg ingin berbagi pedih yg kau rasa sekarang.
.
Hampir tengah malam.
Kadang2 aku merasa, rasanya semua yg aku alami, semua yg aku jalani, semu belaka. Kadang2 aku terbangun dari tidur di pagi hari, memikirkan, hari seperti apa yg aku akan jalani, kejutan apa yg menantiku.
Rasanya semuanya sama saja. Jika tidak berjalan baik, ya menyebalkan. Selalu ada naik turun. Tapi akhirnya begitulah. Apa yg aku alami, apa yg aku rasa, kadang2 seperti mimpi. Kadang2 potongan2 kenangan berkelebatan di otak, seperti potongan film yg terputus, kadang tak bisa dikenali.
Kadang2 aku melantur seperti yg sekarang aku lakukan, menulis blog dengan isi yg tidak jelas.
Tapi itulah aku, saat hampir tengah malam begini.
Kadang2 aku begitu yakin akan sesuatu, kadang2 aku merasakan keraguan menghantam walaupun semua fakta menunjukkan sebaliknya. Kadang2 aku merasa perasaanku padamu begitu nyata, dan aku merasakan juga dirimu memiliki perasaan istimewa untukku. Tapi kadang2 juga aku merasa tidak percaya, apakah mungkin? Apakah aku hanya membohongi diri sendiri, atau memang kau menatap kembali padaku dengan kasih dimatamu?
Apakah itu kasih dimatamu, ataukah itu gelora emosi semata?
Kadang2, aku meyakinkan diriku untuk bertahan, bertahan dalam kerjaku, bertahan dalam hidupku, bertahan dalam hubungan yg aku kadang2 tidak yakin bisa disebut "hubungan". Kadang2 aku berhasil meyakinkan diriku, dihari lain aku tidak. Kadang2 aku berpikir, apa jadinya aku kalau begini, kalau begitu…?
Apakah aku akan lebih baik jika aku begini, aku begitu…?
Apakah apa yg aku rasakan terhadapmu akan bertahan? Apakah aku bisa bertahan menyayangimu, dengan segala keegoisanku ingin memilikimu untukku seorang, dengan semua keinginanmu untuk tetap bebas terbang tanpa terikat? Apakah aku bisa bertahan menyayangimu, dengan segala perbedaan yg kita miliki, dengan semua keterbatasan keadaan, situasi dan kondisi? Apakah aku bisa bertahan menyayangimu, dengan setitik kecil harapan, suatu hari kau akan menyayangiku sama seperti aku menyayangimu? Apakah aku bisa bertahan menyayangimu, dengan semua keraguan membayang, bahwa bahkan setitik kecil harapan itu mungkin tak akan berujung bahagia?
Kadang2, di saat hampir tengah malam seperti ini, aku bertanya kepada diriku sendiri :
Apa yg sedang kujalani? Dan apa yg sebenarnya kumiliki?
Apa yg benar2 aku yakin kumiliki? Kau yg jauh disana? Pekerjaanku? Sahabat2ku? Apakah aku benar2 memiliki itu semua?
.
Kadang2, saat hampir tengah malam begini, aku berpikir, andaikan waktu bisa berhenti, andaikan keadaan tak harus berubah, andaikan aku bisa tetap bersamamu dengan perasaan yg manis ini, andaikan aku bisa memiliki dirimu hanya untukku, andaikan aku bisa memiliki keyakinan kau juga menginginkan utk memiliku selamanya hanya untukmu.
.
Saat hampir tengah malam begini, hanya satu yg pasti, aku rindu kau ada disini.