BOCOR LAGI BOCOR LAGI…
February 1, 2007 by dryxanne
Kok kayanya skrg aku lebih suka nulis pake bhs Indo ya?
ga usah pake mikir tensesnya, ga usa buka www.thefreedictionary.com utk ngecek kosakata, lebih gampang kan…
Jadi gini ceritanya…
Jumat dinihari minggu yg lalu (26/1), tepatnya pukul 2 pagi, aku terbangun oleh suara tik…tik…tik…bunyi hujan.
Diatas genteng? BUKAN!!! Tapi diatas PLAFON KAMAR!!!
Sebenarnya kebocoran kecil ini sudah berlangsung sejak 2 bulan lalu. Entah sudah benar2 diperbaiki atau belum, aku tidak tau, aku cuma dikasi penjelasan bhw sudah dibenerin. Tapi kenapa masi ada bunyi tetesan air? Sebenarnya dari hari Minggu (21/1) aku sudah komplain ke pembantu yg bertanggungjawab atas kos tempatku tinggal spy diperbaiki. Tapi karena satu dan lain hal yg malas kurinci disini krn cuma akan bikin aku sebal lg mengingatnya, perbaikan itu tidak juga dilakukan. Dan tau hasilnya?
Dinihari itu hujan deras sekali. Setelah terbangun, aku meletakkan ember di titik2 bocor yg mulai meneteskan air. Aku tidak bisa tidur lagi krn salah satu titik itu tepat di atas kasurku. Jadilah aku meringkuk di sisa kasur setengahnya. Kemudian krn kebocorannya makin parah, kuputuskan utk meninggalkan kamarku dan dng terpaksa membangunkan teman kamar sebelah utk menumpang dikamarnya. Tetap tidak bisa tidur juga. Setelah 30 menit, kuputuskan utk menjenguk kamarku melihat kondisinya. Dan ternyata…
Kebocorannya sudah menyebar.
Saat itu, sudah mencapai ujung kasurku yg satu lagi, melintang diatas kasurku. Dan disamping kasurku sehingga CD Playerku yg lupa kuamankan terkena tetesan air juga (untung tidak rusak…). Juga bantal persegi besarku basah kuyup. Saat itu sudah pukul 4 pagi. Dan hujan tidak kunjung reda, malah tambah deras. Terpaksa, ku keluarkan kasur springbedku yg beratnya setengah mati itu sendirian (iyalah, siapa pula yg mau membantuku jam segitu? aku juga tidak tega membangunkan teman2ku…), pontang panting mencari keset kain tebal dan ember2.
Lalu aku tidak bisa tidur sampai pukul 5 pagi. Baru tertidur ayam sebentar, pukul 5.30 alarm HPku sudah menjerit2 spt org gila. Pukul 6 pagi aku terduduk bengong di kamarku, menatap kamar yg seperti baru dilanda topan, tidak tau apa yg harus kuperbuat. Setelah mengatur ini itu, termasuk tukang utk perbaikan dan minta bapakku yg kebetulan ada di Jakarta utk datang mengawasi si tukang, berangkatlah aku ke kantor dgn perasaan sebal, ngantuk berat, kesal, dan stress.
Bagaimana aku tidak sebal? Malam sebelumnya aku baru saja lembur sampai jam 10 malam. Dan karena rasanya aku menderita insomnia ringan, aku br bisa tidur saat hampir jam 1 malam. Belum 1 jam tertidur sudah terbangun krn bocor itu. Lebih parahnya, Jumat itu aku masih meneruskan lemburan kerjaanku, dan dipastikan Jumat aku harus lembur lagi sampai malam, paling tidak jam 10 malam lagi. Dan sepanjang hari Jumat itu, banyak yg harus kukerjakan dan meeting penting yg harus kuhadiri.
Alhasil, aku sempat tertidur 10 menit di meeting itu. Untung saja si petinggi disebelahku tidak menegurku.
Dan hasil kerja si tukang?
Dengan PDnya dia blg tidak perlu membongkar plafon, dan menghabiskan (katanya) 2 kaleng Aquaproof utk menambal entah bagian mana. Saat ku cek ke si pembantu, katanya coba diliat dulu apakah nanti klo hujan bocor lagi baru diperbaiki lagi.
Hah..?!?!?!
Jadi aku (atau tepatnya, kamarku) menjadi kelinci percobaan..?!?!?
Aku sampai speechless mendengarnya. Dan karena aku seorang pencinta damai (atau pengecut??), kuputuskan, OK, akan kulihat, kalau sampai bocor lagi, baru akan kukeluarkan amarahku.
And u know what..???
Selasa malam (30/1), BOCOR LAGI…!!! Memang tidak separah sebelumnya, malah tergolong hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan yg sebelumnya. Tetesan airnya cuma di titik pertama kali bocor, dan setelah pagi kucek, memang cuma bocor disitu. Tp tetap aja bkn bete kan, krn pas mulai bocornya kan aku ga tau akan separah apa, jadinya was2 dan ga bisa tidur kan…Saking kesalnya, krn kali ini aku bertekad tidak akan menanggung malam tanpa tidur sendirian, kubangunkan pembantuku dan ngedumel. Tetap saja, solusinya adalah menunggu sampai pagi dan mencari si tukang utk membetulkan lebih lanjut.
Paginya, si tukang ogah datang krn mendung berat, dia kuatir ditengah membongkar nanti malah hujan deras kan repot. Tunggu ditunggu, sampai siang tidak datang juga, malah akhirnya tidak jadi datang. Akhirnya daripada kesal dan status kamar tidak jelas, kupindahkan saja mayoritas barang2ku yg penting dan berharga ke kamar di lantai atas (kebetulan ada kamar kosong). Soal kamarku sekarang mau dibetulin bagaimana, plafonnya mau dibongkar atau dibom sekalipun, aku sudah tidak peduli. Setidaknya aku tidak perlu lagi menghabiskan hari kerjaku utk menunggui barang2ku krn tidak mempercayai kejujuran si tukang.
Jadinya, tadi malam aku bisa tidur tenang di kamar atas (walaupun bbrp jam pertama pas hujan deras2nya aku masi bolak balik turun mengecek), dan hari ini bisa ngantor dng tenangnya, dan mengetik blog yg kalian baca ini.
saran dan solusi:
1.siramkan bensin dan sulut dengan api.
(+)tidak ada barang2, tidak ada kamar, tidak ada masalah!
(-)kehilangan tempat tinggal, dikira gila, ditangkap polisi.
2.pindah kos
(+)suasana baru dan kamar yang tidak bocor.
(-)penyesuaian lagi, biaya lagi, dan belum tentu betah!
3.awasi pekerjaan tukang
(+)dapat ilmu menambal atap dengan aquaproof atau sekalian cara bongkar pasang atap, jadi bisa buat alternatif profesi
(-)waktu terbuang dan kulit kebakar matahari, belum lagi resiko jatuh dari atap
tapi mungkin si tukang ga ngerti cara pake aquaproof kali. udah tanyain blom ke orang itu, pake merek apa dan step-by-step aplikasi yang dia lakukan seperti apa?
1. solusi tidak masuk akal, definitely not an option.
2. blom lagi sempet cr kos baru, dah keburu BANJIRRR…
apakah itu pertanda bener2 buat cari kos baru???
3. tadinya jg mo ngawasin pekerjaan si tukang, tp dikantor lg ribet ga bisa kabur…sekalinya bisa kabur gr2 BANJIIRRR…ga efek!! si tukang jg dah ngungsi kemana tau…
makanya sering2 mandi… biar klo kena aer ujan ngga sewot…
makanya sering2 chatting biar klo denger komentar gw ngga sewot :p