Kopaja Yg Menyebalkan
March 27, 2007 by dryxanne
Jadi, hari ini aku bangun jauh lebih pagi dng niat utk naik Kopaja ke kantor. Ceritanya penghematan, setelah mengintrospeksi bahwa sekian persen dr gajiku trnyata habis utk taksi gara2 kebiasaanku bangun siang.
Pukul 6.50 (!) aku sudah sampai dtempat penungguan Kopaja. Dan mujur sekali, Kopaja pertama langsung datang, kursi2nya masi separoh lebih kosong. Langsung aku naik dng hati gembira, didlm kepala otakku sibuk menggeser gigi2 rodanya menghitung2 brapa rupiah yg telah kuhemat hari ini. Dgn ongkos Rp 2000 utk trayek Kota - L. Bulus (aku sih naiknya dr Grogol), hematnya lumayan bangeeettt…Itung saja sendiri taksi dr Grogol k Pondok Indah…
Tapi ternyata kegembiraanku tidak berlangsung lama…
Baru saja memasuki jalan yg sejajar dgn rel kereta api di daerah belakang Senayan itu (maap klo aku tidak tau itu jalan apa walaupun setiap hr melewati), seblom perempatan lampu merah sebelom belokan ke kiri masuk Arteri, seisi kopaja diminta ganti ke kopaja didepan. Ini memang "habit" kopaja banget, suka tiba2 minta penumpang pindah,dan sampe sekarang aku masi ga tau alasannya kenapa. Berhubungan dng setorankah? Atau utang2an antar kopaja yg dibayar dgn transfer sejumlah penumpang? Entahlah.
Yg jelas, kita2 yg turun di tolak oleh Kopaja depan dgn alasan mereka juga mau belok kembali. Maka baliklah kita ke kopaja awal. Si Kondektur memasang tampang "straight face". Belum jalan 5 meter (krn itu macet banget mendekati lampu merah), kita disuruh turun lagi, kali ini ganti k Kopaja belakang sambil uang bayaran kita dibalikin.
Masalahnya adalah, dimana sih adanya "yg belakang" itu?
Kaga pernah muncul.
Aku menunggu, menunggu dan menunggu, yg muncul malah kopaja2 nomor laen yg beda tujuan. Rombongan yg bersamaku malah sudah menghilang, mungkin mereka naik kopaja nomor lain tadi yg mungkin masih searah dng tujuan mereka. Kesal juga…Mana ada mobil yg mengklakson2 aku, entah maksudnya apa??? Mau kasi tumpangan gratis gitu Mas??? Huh…
Dan sepanjang jalan itu, yg ada adalah iringan mobil2 pribadi dan motor2 yg macet abisss…Ga ada ojek apalagi bajaj. Lagipula kalopun ada, aku ga yakin mereka mau k arah Pondok Indah, jaraknya masi lumayan.
Beberapa taksi lewat, tapi kupikir, buat apa aku naik taksi lagi, bukankah aku mau menghemat? Kubulatkan niat tetap menunggu, lagian masih pagi baru pukul 7.15.
Akhirnya setelah 10 menit menunggu ada juga kopaja "itu" yg lewat. Tp ternyata…penumpangnya sudah membludak sampai k pintu2. Kopaja berikutnya jg sama kondisinya. Dengan bengong kuliatin aja itu kopaja lewat. Menunggu taksi yg tarif lama yg biasanya kunaiki, tidak lewat2.
Akhirnya aku menyerah.
Dengan hati kesal dan mendongkol, aku melambai satu taksi yg lwt, dan sampailah aku di kantor dgn 20 ribu rupiah.
Huh…
Sekian saja cerita penghematanku.
Apa akhirnya aku harus berkesimpulan niat muliaku utk berhemat ternyata tidak ditakdirkan berujung baik ya?
Apa besok harus kucoba lagi ya?
Tapi, aku masi sebal mengingat aku harus memotong jam tidurku 1 jam hanya utk pada akhirnya gagal juga menghemat…