Cerita tentang Pagar dan Paku
April 1, 2007 by dryxanne
Pernahkah mendengar cerita ttg Pagar dan Paku? Inilah ceritanya :
Ada seorang anak yg memiliki tabiat yang kurang baik. Gampang marah, memaki, atau
ngomel. Suatu hari ayahnya memberi sekantung paku seraya berpesan,
setiap kali marah atau ngomel, ia harus menancapkan sebuah paku pada
kayu pagar belakang rumah.
Hari pertama, si anak menancapkan 27 paku. Hari demi hari berikutnya ia
mampu mengurangi jumlah paku yang mesti ditancapkan. Lama-lama ia
sadar, ternyata lebih mudah mengendalikan emosinya daripada harus
menancapkan paku. Ia melaporkan hal itu pada sang ayah. Setelah itu
ayahnya menyarankan, mulai sekarang si anak diharuskan mencopot kembali
satu paku setiap kali ia berhasil mengendalikan emosinya. Pada
akhirnya anak itu berhasil mencopot semua paku yang tertancap
pada kayu tersebut.
Sang ayah kemudian menggandeng anaknya melihat pagar kayu. “Kau telah
melakukan sesuatu yang baik anakku. Namun, lihatlah kayu besar ini
sekarang berlubang-lubang, tidak mulus lagi. Inilah cermin hidup.
Setiap kemarahan, kegusaran, akan menimbulkan bekas luka di hati
orang. Persis seperti bekas-bekas lubang paku pada kayu ini.
Betapapun kita berkali-kali minta maaf, luka itu masih ada”