Jadi Apa Kamu Sekarang?
January 21, 2008 by dryxanne
Karena aku mungkin manusia paling tidak kreatif (paling tidak saat ini), jadi aku menyontek ide blog dari postnya si Matt ini : Cita-Citaku.
Maap ya Matt…
Jadi begini :
Kapan ya pertama kali aku bercita2? Mungkin waktu kelas 3 SD, saat ada seorang guru favorit yg bekas wali kelas 2SD mengunjungi kelas kami pas sore sebelum pulang, lalu mulai membuat acara mendongeng sore hari. Kami sih senang2 saja, maklum anak kecil kan senang diceritain yg seru2. Nah, salah satu ceritanya itu menceritakan ttg petualangan bberapa anak kecil. Aku sudah tidak ingat detil ceritanya, tp ending buat salah satu anak kecil dlm cerita itu sungguh mengenaskan : dia kehilangan kakinya yg terpaksa diamputasi…!
Lalu dikisahkan si anak itu tumbuh besar dan masuk kuliah ke ITB, lalu setelah lulus, krn dia jurusan Elektro (atau malah Mesin ya? Lupa…), dia memodifikasi mobilnya supaya dia bisa mengendarai mobil dng hanya menggunakan kedua tangannya, tanpa perlu kaki utk menginjak rem, gas, dan kopling.
Hebat kan?
Buat seorang anak umur 9 tahun, itu fantastis! Bayangin dong, yg namanya mobil wkt itu di kampungku (kota nelayan kecil sih sebenarnya…) sangat jarang ada, apalagi membayangkan gimana hebatnya seorang anak setelah dewasa jadi begitu pintar bisa memodif mobil spt itu.
Jadinya aku bercita2 jadi sarjana Teknik waktu itu. Ga tau apa bedanya jurusan Mesin dan Elektro, atau bahwa ternyata jurusan Teknik itu banyak ga cuma Mesin dan Elektro, pokoknya SARJANA TEKNIK…!
Lalu kelas 4 SD aku pindah ke ibukota propinsi. Waktu itu cita2ku berubah dan jadi super aneh : aku ingin menjadi bhikkuni..! Bhikkuni adalah biarawati dlm agama Buddha. Entah apa yg menarik minatku, yg jelas saat itu setiap temanku yg bertanya apa cita2ku selalu kujawab dgn super yakin : JADI BHIKKUNI…!
Now I know what a weirdo I was hahaha….
Trus masuk SMP, cita2ku berubah lagi. Setelah mengenal pelajaran Sejarah, terutama bagian sejarah Babylonia, Mesopotamia, Mesir dsb, aku ingin menjadi arkeolog. Atau ahli bahasa (because I was so good in English and Indonesian? Maybe…). Tapi masuk SMA aku menjadi lebih realistis, sadar kalau menjadi arkeolog itu ga bisa menghidupi diriku, setidaknya di Indonesia, dan saat itu impian utk hidup diluar negeri rasanya terlalu tinggi. Jadi aku batal menjadi arkeolog, walaupun belakangan pas ngeliat LARA CROFT THE TOMB RAIDER, aku nyesel juga hehehe…
Pas kelas 1-2 SMA, aku tertarik menjadi reporter, atau jurnalis, atau reporter lapangan, karena begitu seringnya aku ntn CNN. Aku mengidolakan Christiane Amanpour, penyiar favoritku di CNN. Dan tentu saja, seperti generasi MTV lainnya, menjadi VJ adalah impianku juga. Apalagi melihat Mike Kaseem yg ganteng itu, Jamie Aditya yg kocak, Nadya Hutagalung yg cantik dan seksi dan keren dan eksotis dan segala2nya yg hebat2 deh hahaha….segitu sukanya aku sama Nadya Hutagalung sampe2 menulari adikku yg masih di kelas 1 SD waktu itu….(sampai sekarang adikku masih "ngiler" kalo ngeliat poster2 Nadya Hutagalung yg skrg menjadi Duta Mall Senayan City). Eh aku pernah lho ikutan audisi VJ Hunt MTV, walaupun tidak pernah tersaring setelahnya hehehe….
Abis itu ada periode aku ingin menjadi pengacara, karena masa itu aku lg senang2nya membaca novel2 berlatar hukum dari Steve Martini. Tapi periode ini singkat kok…
Menjelang kelas 3 SMA, karena begitu seringnya aku nonton film seri E.R di tv, aku menjadi sangat tertarik menjadi dokter. Kebetulan aku juga membaca novel Sidney Sheldon yg berlatar kedokteran (apa ya judulnya? lupa…yg tokohnya 3 dokter wanita itu lho…). Dengan semangat aku belajar Biologi dan Kimia (walaupun tetap saja jeblok di 2 bidang itu). Ada 2 atau 3 org temanku yg juga tertarik kuliah Kedokteran waktu itu. Kita janjian mau mencoba ujian masuk barengan di beberapa universitas.
Guess what?
Nasib memang ga ngasih aku nyobain jd dokter. Mendengar kalau nanti kuliah ada tes2 dimana harus tidur dkamar mayat, terus secara fisik maupun batin harus sehat dan kuat, belum lagi biayanya yg gila2an, aku harus membatalkan niatku. There goes all the excitement in the Emergency Room…
Abis itu aku blank.
MAU KULIAH APA AKU? MAU JADI APA AKU?
Ditengah kegamangan (cieee…,kegamangan), aku memutuskan aku coba jurusan Elektro saja deh. Aku jamin guru Fisika ku di SMA ku dulu pasti ngakak sampe sakit perut kalau tau aku akhirnya kuliah di Jur. Teknik Elektro Univ. Trisakti. Kenapa?
Karena aku rasa akulah muridnya yg paling bego utk Fisika, apalagi utk Fisika yg menyangkut listrik. Belum lagi aku sering tertidur di kelas les tambahannya (hm, kebiasaan buruk sampai sekarang…), trus aku pernah terjatuh dari kursi, bukan karena tertidur tp krn iseng2 memiringkan badan tau2 terjatuh. Untung si bapak guru tidak tau…
Trus, apa tujuanku kuliah Elektro?
Entahlah!
Aku ga punya bayangan mau jadi apa aku keluarnya nanti. Pokoknya waktu itu aku tidak mau kuliah Ekonomi karena aku malas nanti berada dilingkungan yg penuh sesak dng perempuan2, apalagi perempuan2 sok cantik yg sok membentuk gank2. Huh…tidak, terimakasih! Lalu aku juga tidak mau kuliah di Teknik Industri, lagi2 karena lumayan banyak ceweknya dan karena di Teknik Industri harus belajar mata kuliah Ekonomi, uh, I hate economy..!!
Pas semester ke 5 aku mengambil penjurusan Sistem Komputer. Spt biasa, I took the road less travelled, or in my case, I always took the deadly road. Aku bego Fisika, nekad masuk Elektro. Aku paling bego komputer, nekad ambil penjurusan Sistem Komputer. Dng harapan, the environment will forge me into something, it will shape me become the best in what I’m weak the most.
Terwujudkah?
Big Zero…
Aku ga jadi ahli komputer tuh sekarang. Aku ga jadi programmer juga. Apa yg kudapat dari sekian tahun penjurusan komputer dan 1 tahun masa skripsi itu adalah pembentukan pola pikir, pematangan mental, dan seorang bapak baik hati yg banyak mengarahkan aku baik secara akademis maupun secara pengembangan pribadi. Dosen pembimbingku tercinta yg sudah kuanggap seperti bapak sendiri.
Sekarang aku (mencoba) berkarir di bidang telekomunikasi. Pekerjaanku sehari2 jauh dari pemrograman, walaupun tentu saja spt layaknya org kantoran, aku menggunakan laptop. Yg seringnya juga kupakai utk mengetik blog hehehe… Ga kepake tuh segala macam teori Transformasi Fourier, Sistem Linear. Kadang2 aku mikir, kalo aku dulu memilih penjurusan Telekomunikasi mungkin lebih berguna ya? Tapi kalau aku dulu ambil Telkom, mungkin aku tidak akan sampai dmana aku berada sekarang.
Everything’s meant to be the way they are now. Every choice has its own consequences, and it leads to each different path.
Beberapa tahun dari sekarang, aku mungkin tidak lagi di bidang telkom, siapa yg tahu? Mungkin aku jadi penulis (horeee…akhirnya blogku diterbitkan…hehehe….ngarep…), mungkin aku jadi ibu rumah tangga, mungkin aku jadi pemilik butik dan toko aksesoris, mungkin aku jadi pemilik petshop, atau mungkin aku masih saja begadang dkantor spt sekarang, menunggu org menyelesaikan pekerjaan mereka spy aku bisa mulai bagianku.
Apapun jadinya kamu sekarang, dan apapun jadinya kamu nantinya, as long as you do your best and believe in what you do and enjoy it, give all of yourself in it, then you are at the place where you should be exactly at the moment…!
hahaha lind, tulisan yg ini sangat memberikan isnpirasi.. ternyata kita minim ide yaa, gue juga nyontek nih jadinya =)
anyway, perjalanan panjang ingin menjadi orang, dan akhirnya terdampar menjadi diluar cita-cita waktu kecil… that’s the way life goes.. yet helping ourself become a better person…saelaaaaahhh.. gaya ga kata2 gua?? hahahahahaha