Malu, Pura2 Malu, Ga Tau Malu,Memalukan
January 10, 2008 by dryxanne
Semalam, one thing led to another, muncullah hal ini dlm suatu pembicaraan :
Mengapa ada org2 yg malu utk membeli kondom utk dipakai, padahal utk hal2 lainnya org itu tidak malu? Misalnya hal lain itu hal yg memalukan, katakanlah merebut hak org lain dng sadar, atau menzalimi org lain (buset bahasanya…menzalimi…), atau menindas org lemah. Tapi utk membeli kondom, org tsb malu.
Bukan berarti aku pernah ketemu sndiri org2 spt itu ya. Mgkn aku pernah ketemu org2 yg menindas dan menjahati org lain, tp aku belum pernah melihat mereka malu membeli kondom.
Tampaknya, ada yg aneh ya dlm "prioritas" tingkat rasa malu dlm diri org2 ini, atau malah dlm diri sebagian besar org. Spt kata seseorg, sungguh aneh mereka malu dan malah mengambil resiko terkena penyakit menular seksual daripada membeli kondom, sedangkan pd saat lain mereka tidak malu sama sekali pdhl melakukan hal2 berdosa lain hanya karena hal2 berdosa lain itu tidak menyangkut seks.
Atau misalnya, malu terang2an membeli bokep di ITC Kuningan atau Glodok, padahal sangat menikmati kalo dipinjemin DVD bokep oleh temannya, atau malah browsing2 sendiri cerita2 bokep di warnet, hanya karena ga ada org yg akan berdiri dsampingnya memperhatikan apa sih yg lagi dibrowsingnya?
Apa ini karena "ajaran" dlm masyarakat kita yg sangat tabu dlm soal seks? Sehingga sebagian org masih memilih tertutup dan tutup mulut klo dlm pembicaraan membicarakan seks, atau melihat atau mengalami kejadian yg berhubungan dng seks? Sehingga jadinya, walaupun sebenarnya pengen tahu lebih jauh, tp lalu berlagak (pura2) malu spy tidak dicap "tidak bermoral"?
Apa sih sbenarnya batasan "bermoral" dan "tidak bermoral" itu?
Bagi aku sih, aku lebih respek dng org yg terang2an memperlihatkan siapa dirinya. Kalau memang dirinya tidak menuruti "aturan moral yg disepakati bersama oleh masyarakat", so what? Toh itu hidupnya gitu loohhh…Kenapa sih mesti ada org2 sok tau, sok bermoral, sok beretika ketimuran, yg bikin org ini jd resah dan merasa kok dianggap tidak bermoral, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, harus menjadi munafik dan menutupi kenyataan hidupnya yg sebenarnya?
Ngelantur terlalu jauh ya?
Yah emang sih…soalnya aku sendiri juga kadang2 udah muak melihat org2 yg luarnya aja keliatan "baik2", (pura2) malu kalau dihadapkan pada kejadian2 yg dianggap masyarakat memalukan, padahal mungkin aja mereka justru dng ga tau malu ikut melakukan hal2 yg memalukan itu.
Mungkin juga aku sndiri juga termasuk org2 yg melakukan hal2 yg dianggap memalukan oleh org lain, lalu pura2 ga tau, pura2 ikut mencap "memalukan!" kalau mendengar org lain melakukan, lalu jadinya aku sbenarnya memalukan karena menjadi MUNAFIK?
Mungkin aja.
Tapi herannya, kenapa ya, ada org2 yg menganggap aku sudah melakukan hal2 tertentu yg menurut masyarakat umum memalukan, padahal aku tidak melakukannya???
Udahlah, makin dibahas makin bikin depresi saja…!!
jadi kesimpulannya, lebih baik terang-terangan jadi bejat dengan resiko dihujat dan dibenci orang daripada jadi orang yang (tampak luarnya) baik dan saleh padahal sebenarnya setan neraka berbulu domba?
heh…
jadi setan berbulu domba jauh lebih menguntungkan untuk kehidupan dunia.