Nama…Nama…Nama…
March 13, 2008 by dryxanne
Terinspirasi, atau mencontek ide posting Soraya di sini, aku jd pengen membahas sedikit tentang nama2, baik namaku maupun nama beberapa org yg kebetulan melintas di pikiranku. Sori ya Soraya, nyontek ide nih hehehe….
Namaku singkat banget, LINDA. Waktu kecil sih ga ada yg nanya kenapa namaku singkat sekali, tidak ada nama keluarga sama sekali, karena it was such a common thing at that time in my neighbourhood, even in my town. Jadi ada juga teman2ku yg bernama singkat, misalnya Linawaty, Lisnanny, Lindawati. L semua ya? hehehe…Paling2 aku sering dicela karena namaku selain singkat pasaran pula. Ada banyak Linda dan modifikasi dari Linda, misalnya Lindawati?
Kenapa aku tidak punya nama belakang atau nama keluarga? Sebenarnya sebagai org Indonesia berdarah keturunan China, aku punya marga juga yg berasal dari China, yaitu TAN atau CHEN, atau CHAN, tergantung pelafalan dialek. Dari bapakku tentu saja. Tapi bahkan bapakku juga tidak memiliki nama itu di surat2nya. Malah bapakku pada saat melepas WN China yg dimilikinya dari orgtuanya, memilih (atau diharuskan) mengganti namanya menjadi nama yg sangat Indonesia sekali : SUHERNO.
Bapakku kebetulan berkulit gelap (memang anomali utk org2 keturunan China di Indonesia, tp ternyata di "sononya" banyak jg org2 China berkulit gelap, di provinsi2 tertentu) jadi banyak org baru kenal yg tidak tahu dan mengira bapakku benar2 orang Jawa. Tapi bagi teman2nya dan bagi anaknya aku, hal itu terasa lucu aja lha wong bapakku itu China sechina-chinanya sampai ke pola pikirnya hehehe…
Lalu kenapa aku tidak punya nama "Suherno" diblakang namaku? Itu karena waktu bikin akta kelahiran, bapakku tidak mencantumkannya, mungkin lupa. Dan juga birokrasi negeri ini yg "melarang" warga2 WNI keturunan China utk mencantumkan nama marga Chinanya secara langsung. Kalaupun mau harus di modifikasi menjadi misalnya Tanuwijaya, kalau marga Teng / Ding spt ibuku menjadi Tenggara (spt yg dilakukan paman2ku kelak). Maka aku tidak punya nama "LINDA SUHERNO" ataupun "LINDA TAN" secara resmi disurat2ku.
Lucunya waktu SD, guru2ku sempat menuliskan namaku sbg LINDA S. , yg mana selalu diklaim sebagai singkatan nama bapakku. Tapi sedihnya menjelang SMP, nama itu dkembalikan lagi menjadi LINDA saja.
Anehnya, tidak ada persoalan pd saat aku membuat KTP atau paspor sekalipun. Karena semua merunut balik ke akta kelahiran, dan lumrah saja utk org Indonesia tidak punya nama belakang. Sehingga aku sempat ditanyai oleh Imigrasi di Belanda pada saat mereka mengecek pasporku, kenapa aku cuma punya 1 nama? Tapi di Swedia mereka tidak merasa aneh, karena namaku cuma satu jadi harus diulang menjadi LINDA LINDA di tiket dan di visa Schengen, mereka cuma berpikir kalau nama keluargaku juga LINDA, karena ternyata ada juga surname LINDA di Swedia, walaupun satu hal yg agak jarang di Swedia bahwa seseorang punya first name dan surname yg sama.
Tapi, pengulangan nama itu sempat (dan masih) menjadi bahan gurauan di lingkungan kerjaku. Gara2 kantorku mengharuskan pembuatan ID internal dng minimal 2 nama (first name dan surname), dan aku tidak punya, jadi namaku di ulang saja. LINDA LINDA. Usahaku utk membuatnya menjadi LINDA CHAN, tidak berhasil karena HRDku bilang mereka harus memakai nama yg sama dengan rekening bank yg ku pakai utk transfer gaji, dan sialnya nama di rek bankku adalah LINDA, sesuai dgn KTP, yg mana berasal dari akte kelahiranku.
Jadi, melayanglah harapanku utk punya email address yg keren : linda.chan@namakantortempatkubekerja.com
Yg kudapat adalah linda.linda@namakantortempatkubekerja.com
Yg mana tentu saja mengundang pertanyaan, dan tawa, teman2ku. LINDA LINDA? Kenapa LINDA LINDA? Lalu kenapa kamu sering mengirim email dan selalu men-signature emailmu dng nama LINDA CHAN? Darimana asal CHAN? Kenapa CHAN? Apa kamu satu marga dng JACKIE CHAN?
Jawabnya, TIDAK, aku tidak bermarga sama dng JACKIE CHAN. Kebetulan pelafalannya sama, tapi huruf kanjinya berbeda.
Dan salahkanlah pemerintah bodoh dng kebijakan rasisnya (dulu) yg menyebabkan keluargaku dan aku tidak bisa punya marga TAN / CHAN di akte kelahiran kami. Padahal apa sih bedanya kami2 ini? Kami juga WNI kok, lahir dan besar dan cari makan disini, kemungkinan besar juga akan mati dan dikubur disini. Kenapa kami tidak boleh punya nama keluarga asli kami di akte kelahiran dan surat2 resmi, misalnya seperti WNI2 keturunan Arab yg bernama Syakieb, atau Gafar, atau bahkan seperti Soraya yg bernama keluarga De Saire? Kenapa kami harus memodifikasi jadi Tanuwijaya dll? Padahal di Malaysia saja tidak masalah tuh. Aku punya teman bernama Chan Chee Keong di Malaysia, dan Malaysia tidak punya kebijakan spt di Indonesia yg mengharuskan utk mengganti nama2 berbau China menjadi nama2 bernuansa Melayu.
*malah jadi emosi ya…sudahlah!*
Jadi sekarang di kantor, masih ada tuh beberapa org yg suka memanggilku dngn LINDA LINDA. Sbnrnya ada juga beberapa teman sekantor yg bernasib sama denganku. Jadi sedikit terhiburlah hehehe….
Soal nama ini memang unik juga. Waktu aku ke Philippines, ada rekan kerja disana yg namanya "aneh". Kalau biasanya rata2 org Indonesia punya nama panggilan standar yg berasal dari nama panjangnya misalnya Budianto jadi Budi atau Yanto, Marlina jadi Mar, Linda jadi Lin, nah ini ada yg namanya Maria Cristina de Guzman, coba tebak nama panggilannya apa? "ROX". Ga nyambung ya? hahaha…entahlah dari mana asalnya kok bisa nicknamenya itu. Tapi bagi mereka disana ga aneh, mungkin ada "kode" tertentu dlm budaya mereka yg menjelaskannya yg kita ga ngerti karena kita bukan org Philippines.
Ada juga temanku yg menamai anaknya Keira. Katanya biar nanti besar cantik spt Keira Knightley, kebetulan si ibunya yg temanku ini menggemari Keira Knightley. Alhamdulilah memang anaknya cantik dan manis menggemaskan.
Trus ada teman baikku si Har, yg sblom lahir sebenarnya uda disiapin nama yg keren , PAULINE, lengkap dng nama Mandarin yg matching. Tapi apa daya karena keteledoran petugas yg bikin akte kelahiran, tertukarlah namanya dng nama bayi lain yg juga lahir hari yg sama di RS yg sama, yakni HARYANTI. Pastinya dongkol setengah mati hahaha….tapi toh akhirnya Har juga dapet berbagai nama panggilan keren2, salah satunya Hary hehehe…
Mungkin kalau boleh ganti nama, aku juga pengen dong bernama yg keren dan tidak pasaran. Walaupun sekantor yg sekian ratus pegawai ternyata cuma ada 2 org bernama LINDA (dan akibatnya sering ada email nyasar ke aku hehehe….), tapi mungkin seru juga kalo aku punya nama yg "keren" misalnya Carolina, Jacqueline, Jessica, atau nama ciptaanku sendiri : CARDELINE.
Tapi pikir2, kalau aku bernama keren spt diatas, ga ada dong cerita2 lucu soal email2 yg nyasar, atau saat aku masih SD dan berusaha mengangkat PD ku dng menyebutkan sederet seleb bernama LINDA juga utk membuktikan kalau nama LINDA itu istimewa dan tidak pasaran (Linda Lee istrinya Bruce Lee, Linda Evans aktris Hollywood jaman dulu, Linda Evangelista si supermodel), dan juga tidak ada acara "flirting" dng si petugas tax refund keturunan Libanon yg super ganteng di airport Stockholm yg aku heran kok dia tidak jadi model atau aktor aja sih? Yah kan lumayan, aku smpt ngobrol2 krn dia heran dng namaku yg "HANYA SATU KATA…", aku sih senang2 aja ngobrol n haha hihi dng cowo ganteng gitu hehehe…Mana dia sempat cerita jg klo di satu negara di timur tengah ada peraturan utk meletakkan nama ayah dan kakek juga, jd bayangkanlah kalo ada org bernama Abdullah dan kebetulan Ayahnya bernama Abdullah dan kakeknya juga Abdullah hehehe….Trus dia menghiburku lagi, katanya gpp, sapa tau aku bisa jd seleb, kan seleb2 ngetop jg nama2nya cuma 1 kata : ENYA, MADONNA, PRINCE, STING….
Hehehe….ngarep!!!!
Jadi? Kesimpulannya, ga apa2lah, toh nama itu sudah melekat sekian tahun, trima nasib deh… Walaupun begitu, aku tetap bercita2 kalau kelak punya anak, akan kunamakan seunik2nya biar tidak pasaran. Tapi tentu saja jangan terlalu keren, kata org Jawa nanti keberatan nama, lha wong klo tampangnya kaya Tukul Arwana trus dikasi nama Michael Valentinus kan GUBRAKKKK…hehehe….
Btw, nama Mandarinku juga "berat" lho…CHEN LI HUI. Kalau diartikan, artinya cantik dan "berkemampuan". Puehehehehehe…BERAAATTTT…!!!!!
*sbenarnya wkt kecil smpt ada nama Mandarin yg tidak serius utkku, namanya Chen Ling Da (bacanya Ling Ta). Krn cuma main2, aku tidak tahu persis hurufnya, tp biar kedengaran keren, aku selalu bilang Ling itu dari Fong Ling (Genta Angin) dan Da dari Da An (Jawaban). Jadi menurutku pantes aja kalau aku selalu ribut dan cerewet spt Genta angin ditiup angin klinting klinting dan selalu tanya ini itu karena suka curious dan mencari2 jawaban berbagai hal aneh hehehe….Tapi karena bunyi Ling Ta di telingaku terdengar jelek (saat itu), jadi aku selalu menolak nama itu, sampai akhirnya bbrp tahun lalu bapakku memilihkan nama baru dan dijadikan nama Mandarin serius utkku yaitu CHEN LI HUI itu. Kalau dipikir2 lagi sekarang, sbenarnya Ling Da juga keren kan hehehe… *
Lin.. temen2 gw di citi juga banyak yg email addnya pengulangan nama..
jadi asumsi gw, mereka juga ga pake last name di akte lahirnya kali yak? hehehe =)
yup, mungkin sama kasusnya
begitulah nasibnya, klo dcompany yg adatnya pake firstname.lastname…