Proyek Ambisius
March 31, 2008 by dryxanne
Sejak lama aku merasa butuh lemari atau rak kayu dikamarku. Dulu aku butuh tanpa alasan, hanya karena ingin menambah sesuatu yg keren dikamar, dan mungkin juga bisa utk meletakkan pajangan2 atau boneka2 kecil milikku. Tapi lalu kemudian rasanya perlu juga karena koleksi buku2ku makin banyak dan mulai berserakan dilantai, juga majalah2.
Tadinya sih aku juga ingin membeli container plastik yg 5 tingkat itu,utk menyimpan "rombengan" dan makanan2 kering dkamar, tp setelah melihat harganya yg mahal di Carrefour, plus desainnya tidak begitu indah dan it’s plastic gitu loh, ga keren banget.
Jadi atas nama "keindahan" dan "keantikan", aku memutuskan membeli lemari kayu mini 3 tingkat. Yg mana harus dirakit sendiri. Well, pada saat beli aku tidak tahu kalau tampaknya Carrefour punya service utk membantu perakitan, lagian si mas penjaga ga ngasi tau, jd dgn pedenya aku pulang dng keinginan membara utk membuktikan kalau gelar sarjana teknikku ga sia2 dong, masa merakit lemari mini begitu ga mampu sih?? Kan aku sudah pernah juga merakit rak kayu hadiah dr Har dan Lis dkk, walaupun itu memang jauh lebih sederhana, tp kupikir, ah sesusah apa sih lemari mini 3 pintu?
*manusia memang suka pongah…*
Selingan, pas membawa pulang lemari itu yg masi terbungkus dlm kardus itu pun, sudah ada insiden kecil. Peletakan yg salah dlm keranjang dorongan, menyebabkan beratnya yg menumpu ke depan, sempat membuatku kelabakan mendorongnya dari eskalator, dan menabrak keranjang dorongan ibu2 dibelakang yg terlalu dekat denganku, jadinya aku sempat berjalan mundur diatas eskalator itu, spt treadmill tp mundur gitu.
Malamnya, dng semangat 45, kubongkar kardus bungkusnya. Tumpukan papan2 sempat bikin aku agak keder, tp lalu kusemangati diriku, GANBATTE…!! Tapi lalu aku menemukan bungkus plastik bening yg isinya membuatku mengerutkan kening.
WHAT THE Ffff…??!!
Ada bermacam2 komponen didalam plastik itu. Tadinya kupikir seharusnya rak mini ini ga akan sulit merakitnya, jd aku kaget melihat isi plastik tersebut. Apalagi setelah kubuka dan menumpahkan isinya, beserta sehelai manual perakitan didalamnya :
Apa terlihat sederhana? Well, it says so. Lihat sudut kanan bawah, ada tulisan "30 menit", artinya waktu perakitan seharusnya hanya butuh 30 menit. Melihat ini aku agak optimis, walaupun disebelahnya ada gambar 2 orang. Well, 13 Kg ga beratlah, bisalah sendiri, kupikir begitu. Tapi begitu melihat peralatan yg dibutuhkan di kotak seblah gambar org itu, aku mengerutkan kening lagi. Palu? Meteran? Yah mungkin palu bisa minjam, tp meteran? buat apa ya? (saat itu otak bebalku belum ngeh butuh meteran buat apa…you’ll know later, read on….)
Tapi yg bikin shock adalah, ada 11 kelompok komponen disitu (silakan hitung sendiri jumlah kotak komponen dimanual itu), dan ada 6 kelompok papan. Wah, aku mulai sakit kepala…
Coba liat komponen2 ini :
Dan ini shot dekatnya, sebagian dr komponen2 itu :
Karena sudah malam, kuputuskan aku akan merakitnya besok (hari minggu), jadi malam itu aku hanya akan mengelompokkan papan2nya dan komponen2nya dan menomorinya sesuai dng petunjuk manual itu. Kupikir (lagi2, terbukti banyak asumsiku yg salah….) paling2 1-2 jam max akan selesailah besoknya.
Besoknya aku mulai mengerjakannya jam 1 siang. Komponen2 yg sudah kunomori dan papan2nya sudah siap. Papan2nya juga sudah kupisah2kan dan kunomori, karena ternyata papan2 itu punya lubang2 kecil yg berbeda antar grupnya.
Aku mulai merakitnya, mengikuti petunjuk manual itu. Aku mulai dng memasukkan pin2 hitam grup B kedalam salah satu papan. Karena agak keras, aku memutuskan memakai palu dan menghantam mereka masuk kedlm lubangnya. Setelah selesai aku beralih ke papan berikutnya.
Saat itulah aku br sadar, I did a stupid f*cking mistake…!!!
Aku salah memasukkan pin hitam itu, seharusnya mereka tidak dimasukkan tiga2nya kedalam papan itu, hanya satu saja. Panik, aku mencoba mencabutnya. Hasilnya? Pin itu patah, karena ternyata terbuat dr plastik. Sisa patahannya masih didalam papan itu, yg aku tidak tahu bagaimana mencabutnya. Shit…ini spt drama pencabutan gigi yg kualami sehari seblumnya, bedanya dokter gigiku sudah ahli dan punya peralatan yg tepat, dan tidak meninggalkan akar gigi didlm gusi, sedangkan aku? Yg kupunya hanya palu dan obeng!! Palu sialan yg dengan sok pintarnya telah kugunakan utk menghantam pin hitam sialan yg tidak mau masuk dng mulus, krn rupanya pin hitam itu memang bukan tempatnya disana!!!
F*UCKING STUPID IDIOT ME…!!
Lalu, aku harus berusaha kreatif. Kucari2 didlm tumpukan paku kecil, yg ujungnya agak rata, kugunakan sbg pahat. Selama 2 jam berikutnya, aku berusaha mengeluarkan 2 pin hitam, well tepatnya 1.5 pin, dr dlm kepingan papan itu. Akhirnya berhasil juga. Dengan sedih dan lelah (tanganku mulai nyut2) kumulai lg dari awal.
Beberapa jam kemudian, aku sudah berhasil menyatukan dinding samping rak dng papan2 tingkat rak (lihat kotak nomor 2 di gambar manual diatas). Sebelumnya pakai acara salah papan tingkat rak, jd aku harus membuka kembali semua paku ulir (ada 6 paku ulir) yg sudah kumasukkan dng susah payah dng tenaga kuda dan mengulangnya. Lalu memasang pintu2 raknya kemudian dinding satunya lagi dan akhirnya kunci pintu dan per penahan tutup pintu.
Rasanya, saat itu, semua otot lengan kanan dan kiri serta telapak tangan sudah mau putus, karena total aku harus memasukkan 26 paku ulir (panjang dan pendek), plus sekitar 4 kali atau lebih salah posisi yg harus diulang (krn aku ga punya meteran sialan itu..!!!), jd coba bayangkan sndiri pegal dan sakitnya. Mana kaki dan pahaku jg sudah sakit krn duduk dilantai menahan papan2 itu pas memasukkan paku ulirnya.
Tapi sampai disini boleh dibilang proyekku sudah 90% jadi. Tinggal memaku dinding2 belakang saja. Dan coba tebak sudah jam brapa saat itu?
Jam 9 malam…!!
30 MINUTES MY ASS…!!!!
Mungkin memang aku yg bodoh, berkali2 salah papan, salah letak paku ulir, salah masukin pin. Rasanya kesalahan2 bodoh itulah yg bikin 30 menit menjadi 8 jam…Tapi ga apa2, yg penting toh hasilnya ya kan???
Jreng….jreng….
Begitulah…proyek ambisius super pede ini akhirnya selesai juga. Tapi berhubung sudah malam sekali, dan gara2 lemari HEBAT ini aku ga sempat ngerjain yg laen2, jadinya rencanaku utk menyusun buku2 dan majalah dng rapi didlm lemari ini, terpaksa kutunda dulu. Aku cuma asal menyorongkan saja semua buku dan majalah itu kedlm lemari ini. Mungkin besok2 baru kubereskan.
That’s the beauty of having a closed shelf, isn’t it? Its doors are closed, so you won’t see the mess inside hahaha….*tawa licik kemenangan*
Setelah proyek gila ini selesai, aku bisa menepuk dada dng bangga *sambil mengerang sakit krn telapak tanganku merah semua* bahwa memang gelar sarjana teknikku tidak sia2 HAHAHA….(walopun butuh waktu yg lama utk selesai, memang agak memalukan hehehe….)
Setelah ini, apa lagi ya?
*manusia memang selalu pongah….*
Hahahahaha………………., only one word for you, “SALUTE”.
BTW, thanks for the First comment in my blog.
Take care! V(^_^)
Hahaha gw juga beli ginian. tapi giliran assembling-nya, leave it to my BF! Smart thinking eh? hahaha
klo gw, berhub ga ada BF yg tersedia (well, doesn’t come with d package anyway hahaha…), ya mau ga mau musti merakit sndiri deh…lagian awalnya emg gw super-ego aja, mo membuktikan gelar ST gw ga sia2 hehehe…