Persentase yg Makin Menurun
April 25, 2008 by dryxanne
Bulan lalu, kenaikan gaji baru saja diumumkan, dan tentu saja dirapel dari Januari. Wah ini kabar gembira dong, begitulah…
Lalu, logikanya, kalau pengeluaran tetap stabil, harga2 yg naik tidak signifikan, harusnya nominal utk disisihkan utk tabungan menaik dong?
Ternyata tidak tuh.
Dan itulah komplain dari Bapakku, sejak lebih dari setahun yg lalu, pada saat dia tahu kenaikan gajiku yg pertama (sampai sekarang aku sudah mengalami 3x kenaikan gaji).
Heran ya? Ga lah, karena aku tidak punya rekening kedua di Jakarta ini - well, sudah kucoba mengurusnya tp aturannya terlalu ribet, musti minta surat keterangan tempat tinggal segala pdhl aku kan anak kos yg berpindah2 - jadi aku menabung dng cara mentransfer ke Bapakku setiap bulan dan meminta tolong disimpankan (karena Bapakku punya beberapa rekening berbeda). Yah kerugiannya cuma aku tidak mendapat bunga dari banknya. Tapi seberapalah bunga bank sekarang? Kalaupun ada, kuberikan saja ke Bapakku, anggaplah aku sedang berbakti hehe…
Jadi, Bapakku yg rajin memantau (dan mengingatkan setiap tanggal gajian) kegiatan menabungku, sering berkomentar (atau mengkomplain?) kenapa nominal angka yg kutransfer tidak berubah walaupun aku sudah naik gaji beberapa kali, yg artinya persentasenya makin menurun dibandingkan dng total angka penghasilan bulanan. Well, aku tidak punya jawabannya. Pernah sih kupikir2, mungkin karena pengeluaranku yg makin menggila? Ga juga ah…*pembelaan diri seorang shopaholic*
Atau mungkin karena aku harus mensupport kuliah dan biaya hidup adikku di Jakarta? Mungkin juga. Ditambah dng kegiatan akhir pekan (nonton, makan dll) yg kadangkala menghabiskan beberapa kali lipat dari jatah harian. Belum lagi kalau ada sale2 dimana2….fiuuhhh…
Entahlah.
Yg jelas, aku belum pernah membeli barang2 mahal, spt alat2 elektronik yg mahal atau canggih. Paling mahal rasanya cuma TV, itupun harganya hanya 2.3 juta Rupiah, yg mana kucicil 6x jg dng BCA haha…Dan baru pertimbangan, aku mau membeli kamera digital yg pantas, yg harganya mungkin 3-4 jutaan ya. Tapi baru wacana hihihi…
Oh ya, ada pengeluaran yg cukup besar baru2 ini, yaitu utk membereskan gigiku, tapi it’s another story.
Jadi, gimana ya caranya utk menaikkan persentase yg kusisihkan utk tabungan? Menurunkan pengeluaran harian? Mencari kos yg lebih murah? Menahan diri utk tidak berbelanja tas dan sepatu dan pakaian? Entahlah. Bukan alasan yg baik memang, tapi aku sering beralasan, well setidaknya aku sudah bisa menabung sekarang, dibanding 2 tahun yg lalu saat aku benar2 pas2an dan tidak punya tabungan sama sekali. Saat itu, kalau terjadi sesuatu padaku yg membutuhkan uang dlm jumlah besar, well, kiamatlah aku. Istilahnya, tunggu mati aja…
Btw, barusan seorang teman kantor memberitahu kalau setahu dia, persentase pembagian penghasilan bulanan yg baik adalah : 30-30-30-10. Yaitu 30% utk kebutuhan sehari2/kebutuhan tetap, 30% utk tabungan, 30% utk lain2 (asuransi, investasi, cicilan dsb), dan 10% utk dana cadangan utk keperluan mendadak.
Yah memang pembagian itu tidak saklek, artinya bisa sedikit berubah2 tergantung masing2 individu. Namun disarankan kalau setidaknya bisa menabung 20% dari penghasilan bulanan.
Tapi kok aku masih tidak puas ya, walaupun aku sudah bisa menabung sekitar 35% dari penghasilan bulanan? Rasanya aku merasa bersalah sudah menghabiskan banyak uang tiap bulan utk keperluan yg tidak seberapa penting, padahal kalau sedikit menahan diri, aku bisa saja menabung 40% atau bahkan 50% dari penghasilanku.
Kan kalau aku bisa konsisten menabung 50% tiap bulannya, aku mungkin sudah bisa men-DP sebuah Honda Jazz merah idamanku itu…huhuhu…